Journal of Livestock and Animal Health
https://jlah.org/index.php/jlah
<p>The <strong>Journal of Livestock and Animal Health (JLAH)</strong> aims to publish the results of research studies on tropical livestock such as cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, and pets.</p> <p><strong>Journal of Livestock and Animal Health (JLAH)</strong> includes various research topics in the field of animal science including livestock products, reproduction, and physiology, nutrition and animal feed, feed technology, breeding and genetics, animal behavior, health, welfare, food based on animal products, socio-economic and policy systems.</p> <p>This is the new address of the JLAH website <a href="https://jlah.org/index.php/jlah">www.jlah.org</a> from the old domain <a href="http://jurnalpolitanipyk.ac.id/index.php/JLAH" target="_blank" rel="noopener">www.jurnalpolitanipyk.ac.id/index.php/JLAH</a></p> <p>e-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1543716530" target="_blank" rel="noopener"><strong>2655-2159</strong></a><br />p-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1544605659" target="_blank" rel="noopener"><strong>2655-4828</strong></a></p> <p>Accreditation Number (RISTEKDIKTI): <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6360" target="_blank" rel="noopener"><strong>85/M/KPT/2020</strong></a></p>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuhen-US Journal of Livestock and Animal Health 2655-4828<p>Authors retain copyright and grant the <strong>Journal of Livestock and Animal Health</strong> <strong>(JLAH)</strong> the right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" target="_blank" rel="noopener">Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0)</a> that allows others to <strong>share </strong>(copy and redistribute the material in any medium or format) and <strong>adapt</strong> (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Journal of Livestock and Animal Health.</p>Evaluasi Kualitas Semen Sapi Pesisir Berdasarkan Variasi Waktu Ekuilibirasi Pasca Thawing
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/90
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen sapi pesisir berdasarkan variasi waktu ekuilibrasi pasca thawing. Semen dikoleksi dengan metode vagina buatan, diencerkan menggunakan AndroMed, lalu dilakukan proses filling, sealing, dan ekuilibrasi pada suhu 5°C dengan durasi P1=2jam, P2=4jam, P3=6jam, P4=8jam, dan P5=10jam. Variabel yang diamati adalah persentase hidup spermatozoa, motilitas spermatozoa, persentase abnormalitas spermatozoa, dan membran plasma utuh spermatozoa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan polynomial regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara waktu ekuilibrasi terhadap kualitas semen sapi pesisir pasca thawing. Motilitas spermatozoa berkisar antara 44% hingga 58%, dengan nilai tertinggi pada ekuilibrasi 8 jam dan terendah pada 2 jam. Persentase hidup spermatozoa berkisar antara 61,2% hingga 70,5%, dengan nilai tertinggi pada ekuilibrasi 10 jam. Persentase abnormalitas spermatozoa menurun seiring bertambahnya waktu ekuilibrasi, dengan nilai terendah pada ekuilibrasi 8 jam (28,5%) dan tertinggi pada 2 jam (41,7%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentase motilitas tertinggi dan abnormalitas terendah didapat pada (P4). Persentase hidup spermatozoa tertinggi pada perlakuan (P5), sedangkan persentase membran plasma utuh tertinggi didapat pada waktu ekuilibrasi (P2)</p>Nadia RahmaSuci FebriantiFadilla MeiditaDwi AnantaGusri Rahmat
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-202026-02-20911610.32530/jlah.v9i1.90Cemaran Residu Antibiotik, Salmonella, Formalin, serta Nilai pH Daging Ayam Broiler di Pasar Tradisional dan Swalayan Kota Surakarta
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/80
<p>Penelitian bertujuan untuk mengetahui cemaran residu antibiotik, Salmonella, formalin, serta mengetahui nilai pH pada daging ayam broiler di pasar tradisional dan pasar swalayan Kota Surakarta. Sampel yang digunakan sebanyak 30 sampel daging ayam broiler bagian paha yang diperoleh dari pasar tradisional dan pasar swalayan di Kota Surakarta. Pengujian sampel dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Sebelas Maret dan di Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat residu antibiotik golongan penisilin pada 13,33% sampel yang berasal dari swalayan. Selain itu, residu antibiotik golongan makrolida juga ditemukan pada 26,67% sampel dari pasar tradisional dan 66,67% sampel dari pasar swalayan. Cemaran Salmonella ditemukan pada 6,67% sampel dari pasar tradisional. Hasil uji formalin menunjukkan bahwa semua sampel daging negatif mengandung formalin. Nilai pH sampel daging pada penelitian ini adalah normal, yaitu 5,73±0,46 untuk sampel dari pasar tradisional dan 5,73±0,59 untuk sampel dari swalayan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat residu antibiotik golongan penisilin pada daging ayam broiler dari pasar swalayan, dan golongan makrolida pada daging ayam broiler di kedua jenis pasar. Cemaran Salmonella ditemukan pada daging ayam broiler di pasar tradisional, namun tidak ditemukan adanya cemaran formalin. Nilai pH daging ayam broiler di pasar tradisional dan swalayan di Kota Surakarta tergolong normal.</p>Wari PawestriAri Kusuma WatiMuhammad CahyadiYuli YantiJoko RiyantoM. Risqi Novianto
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-222026-02-229171210.32530/jlah.v9i1.80Penanganan Dermatofitosis Pada Kucing Persia: Studi Kasus
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/120
<p>Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang sering terjadi pada kucing yang disebabkan oleh kapang dermatofita. Gejala klinis yang terlihat dari kucing Olive yaitu rasa gatal yang parah di hampir di seluruh bagian tubuh. Berdasarkan pemeriksaan klinik ditemukan kerak coklat kehitaman di hampir seluruh bagian tubuhnya dengan pola cincin yang merupakan gejala yang khas dari penyakit dermatofitosis. Tindakan yang dilakukan pertama kali yaitu pencukuran rambut dan selanjutnya dilakukan pengobatan terapi oral dan topikal. Terapi oral yaitu pemberian itraconazole dengan dosis 10 mg/kg/bb selama 7 hari dan terapi topikal yaitu pemberian salep racikan jamur dengan bahan ketoconazole dengan dosis 20 mg dan ditambahkan stem cell dengan pemberian 2 x sehari secara topikal. Hasil dari pengobatan terapi oral dan topikal pada kucing Olive menunjukkan hasil yang baik dengan pelepasan kerak/keropeng dengan sendirinya di hampir seluruh bagian tubuhnya.</p>Rita SuzanaAzed Alfara
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2891131710.32530/jlah.v9i1.120Bobot dan Persentase Bagian Karkas Itik Cihateup yang Diberi Ransum Mengandung Kombinasi Ampas Teh Hijau Fermentasi dan Probiotik Lactobacillus sp.
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/130
<p>Itik Cihateup merupakan ternak unggas yang diduga berpotensi dalam menghasilkan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ampas teh hijau fermentasi (ATHF) dan probiotik Lactobacillus sp. terhadap bobot karkas dan persentase bagian karkas itik Cihateup. Penelitian dilakukan secara eksperimen pada 60 ekor DOD itik jantan afkir dengan 4 perlakuan yaitu P1 (Pakan komersial 100%), P2 (Pakan komersial + 1% ATHF + 3% probiotik), P3 (Pakan komersial + 2% ATHF + 2% probiotik), dan P4 (Pakan komersial + 3% ATHF + 1% probiotik) sebanyak 5 kali ulangan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), metode analisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ATHF dan probiotik tidak berpengaruh nyata terhadap bobot dan persentase bagian karkas, akan tetapi pada parameter bobot karkas bagian punggung menunjukkan pengaruh yang nyata. Pemberian ATHF 1% + probiotik 3% (P2) menunjukkan nilai rataan bobot karkas bagian punggung tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya.</p>Andri KusmayadiSofi Adha NurdiantiNovia Rahayu
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2891182310.32530/jlah.v9i1.130Pengaruh Penambahan Ara Sungsang (Asystasia gangetica L.) Dalam Ransum Basal Terhadap Performa Broiler
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/88
<p>Pemanfaatan bahan pakan lokal sebagai feed additive alami menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan performa broiler secara ekonomis dan berkelanjutan. Daun ara sungsang (Asystasia gangetica L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan antioksidan yang berpotensi mendukung pertumbuhan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun ara sungsang (Asystasia gangetica L.) dalam ransum terhadap performa broiler serta menentukan level penggunaan yang tepat. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas lima ekor broiler serta total 100 ekor. Perlakuan yang diberikan adalah A0 (ransum basal/kontrol), A1 (ransum basal + 1% tepung daun ara sungsang), A2 (1,5%), A3 (2%), dan A4 (2,5%). Variabel yang diamati meliputi pertambahan berat badan, konsumsi pakan, dan efisiensi pakan. Data dianalisis menggunakan analisis varians, dan apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun ara sungsang hingga level 2,5% tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan berat badan, konsumsi pakan, dan efisiensi pakan broiler. Namun secara angka, pertambahan berat badan tertinggi cenderung diperoleh pada level 1%. Disimpulkan bahwa tepung daun ara sungsang dapat digunakan hingga 2,5% dalam ransum tanpa menurunkan performa broiler, dengan level 1% menunjukkan kecenderungan terbaik.</p>Nelzi FatiAsri ChonitahRhadiatul MardiahWahyu Maulana FajriRizky Rifandi
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-282026-02-2891242910.32530/jlah.v9i1.88