Journal of Livestock and Animal Health
https://jlah.org/index.php/jlah
<p>The <strong>Journal of Livestock and Animal Health (JLAH)</strong> aims to publish the results of research studies on tropical livestock such as cattle, buffaloes, sheep, goats, pigs, horses, poultry, and pets.</p> <p><strong>Journal of Livestock and Animal Health (JLAH)</strong> includes various research topics in the field of animal science including livestock products, reproduction, and physiology, nutrition and animal feed, feed technology, breeding and genetics, animal behavior, health, welfare, food based on animal products, socio-economic and policy systems.</p> <p>This is the new address of the JLAH website <a href="https://jlah.org/index.php/jlah">www.jlah.org</a> from the old domain <a href="http://jurnalpolitanipyk.ac.id/index.php/JLAH" target="_blank" rel="noopener">www.jurnalpolitanipyk.ac.id/index.php/JLAH</a></p> <p>e-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1543716530" target="_blank" rel="noopener"><strong>2655-2159</strong></a><br />p-ISSN <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1544605659" target="_blank" rel="noopener"><strong>2655-4828</strong></a></p> <p>Accreditation Number (RISTEKDIKTI): <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/6360" target="_blank" rel="noopener"><strong>85/M/KPT/2020</strong></a></p>Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuhen-US Journal of Livestock and Animal Health 2655-4828Efek Penambahan Vitamin E dan Selenium Pada Formulasi Ransum yang Berbeda Terhadap Saluran Pencernaan Ayam Lokal
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/110
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan vitamin E dan selenium pada formulasi ransum yang berbeda terhadap saluran pencernaan ayam lokal. Penelitian ini menggunakan ayam lokal berumur 15-21 minggu sebanyak 80 ekor. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 x 2 (faktor A adalah formulasi ransum dan faktor B adalah penambahan vitamin E (100 ppm) dan selenium (1 ppm)) dan lima ulangan. Parameter yang diukur adalah persentase bobot dan panjang relatif saluran pencernaan (duodenum, jejunum, ileum, sekum, kolon). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin E dan selenium pada formulasi ransum yang berbeda menunjukkan tidak adanya interaksi antara faktor A dan B serta tidak berbeda nyata (P > 0,05) terhadap persentase bobot dan panjang relatif saluran pencernaan. Penambahan vitamin E dan selenium pada formulasi ransum yang berbeda menghasilkan persentase bobot dan panjang relatif saluran pencernaan ayam lokal berada pada kisaran normal. </p>Beby Murba Ningsih SaragihHerpina
Copyright (c) 2026 Beby Murba Ningsih Saragih, Herpina
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-07-152026-07-1592343910.32530/jlah.v9i2.110Tepung Kulit Kopi dalam Urea Molasses Multi-Nutrient Blocks: Pengaruh terhadap Sifat Fisik dan Konsumsi pada Kerbau Gayo
https://jlah.org/index.php/jlah/article/view/140
<p>Kabupaten Aceh Tengah memiliki potensi limbah padat berupa kulit buah kopi yang melimpah, mencapai 45% dari total produksi pascapanen. Limbah agroindustri ini berpeluang dimanfaatkan sebagai bahan pakan karena mengandung protein kasar 10,5% dan energi bruto 4,14 Kkal/kg. Melalui sentuhan teknologi, tepung kulit kopi (TKK) diformulasikan ke dalam suplemen pakan jilat berupa Urea Molasses Multi-nutrient Block (UMMB). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat fisik dan konsumsi UMMB pada Kerbau Gayo. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dosis TKK (0, 5, 10, dan 15% as feed) dan lima ulangan. Peubah yang diamati meliputi kekerasan UMMB, daya tahan, higroskopis, dan konsumsi harian UMMB. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way ANOVA sesuai prosedur RAL, kemudian perbedaan antar-rataan perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Konsumsi harian UMMB di dua desa (Kute Rayang dan Jurusen) dianalisis dengan regresi linear sederhana dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan level TKK berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap sifat fisik dan konsumsi UMMB. Perlakuan 10% (P3) menghasilkan mutu fisik terbaik: kekerasan 2,85 (keras), daya tahan 2,90 (solid), dan higroskopis 2,80 (kering). Mutu fisik yang lebih baik ini berbanding lurus dengan palatabilitas, ditunjukkan oleh konsumsi tertinggi 132 g/ekor/hari di Desa Kute Rayang dan 130 g/ekor/hari di Desa Jurusen. Kesimpulannya yaitu penggunaan TKK pada level optimal 10% terbukti meningkatkan mutu fisik UMMB dan disukai Kerbau Gayo, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan oleh peternak lokal.</p>Ikhsan RamadhanSandri SastrawanEritaIdham NoviandiMuhammad Andika HidayatullohSadarman
Copyright (c) 2026 Ikhsan Ramadhan, Sandri Sastrawan, Erita, Idham Noviandi, Muhammad Andika Hidayatulloh, Sadarman
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-08-302026-08-3092405010.32530/jlah.v9i2.140