Penanganan Dermatofitosis Pada Kucing Persia: Studi Kasus

Treatment of Dermatophytosis in Persian Cats: A Case Study

Authors

  • Rita Suzana Universitas Negeri Padang
  • Azed Alfara Delta Pet Klinik Padang

DOI:

https://doi.org/10.32530/jlah.v9i1.120

Keywords:

Dermatofitosis, Itraconazole, ketoconazole

Abstract

Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang sering terjadi pada kucing yang disebabkan oleh kapang dermatofita. Gejala klinis yang terlihat dari kucing Olive yaitu rasa gatal yang parah di hampir di seluruh bagian tubuh. Berdasarkan pemeriksaan klinik ditemukan kerak coklat kehitaman di hampir seluruh bagian tubuhnya dengan pola cincin yang merupakan gejala yang khas dari penyakit dermatofitosis. Tindakan yang dilakukan pertama kali yaitu pencukuran rambut dan selanjutnya dilakukan pengobatan terapi oral dan topikal. Terapi oral yaitu pemberian itraconazole dengan dosis 10 mg/kg/bb selama 7 hari dan terapi topikal yaitu pemberian salep racikan jamur dengan bahan ketoconazole dengan dosis 20 mg dan ditambahkan stem cell dengan pemberian 2 x sehari secara topikal.  Hasil dari pengobatan terapi oral dan topikal pada kucing Olive menunjukkan hasil yang baik dengan pelepasan kerak/keropeng dengan sendirinya di hampir seluruh bagian tubuhnya.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Suzana, R., & Alfara, A. (2026). Penanganan Dermatofitosis Pada Kucing Persia: Studi Kasus: Treatment of Dermatophytosis in Persian Cats: A Case Study. Journal of Livestock and Animal Health, 9(1), 13–17. https://doi.org/10.32530/jlah.v9i1.120