Penanganan Dermatofitosis Pada Kucing Persia: Studi Kasus
Treatment of Dermatophytosis in Persian Cats: A Case Study
DOI:
https://doi.org/10.32530/jlah.v9i1.120Keywords:
Dermatofitosis, Itraconazole, ketoconazoleAbstract
Dermatofitosis adalah penyakit kulit yang sering terjadi pada kucing yang disebabkan oleh kapang dermatofita. Gejala klinis yang terlihat dari kucing Olive yaitu rasa gatal yang parah di hampir di seluruh bagian tubuh. Berdasarkan pemeriksaan klinik ditemukan kerak coklat kehitaman di hampir seluruh bagian tubuhnya dengan pola cincin yang merupakan gejala yang khas dari penyakit dermatofitosis. Tindakan yang dilakukan pertama kali yaitu pencukuran rambut dan selanjutnya dilakukan pengobatan terapi oral dan topikal. Terapi oral yaitu pemberian itraconazole dengan dosis 10 mg/kg/bb selama 7 hari dan terapi topikal yaitu pemberian salep racikan jamur dengan bahan ketoconazole dengan dosis 20 mg dan ditambahkan stem cell dengan pemberian 2 x sehari secara topikal. Hasil dari pengobatan terapi oral dan topikal pada kucing Olive menunjukkan hasil yang baik dengan pelepasan kerak/keropeng dengan sendirinya di hampir seluruh bagian tubuhnya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Journal of Livestock and Animal Health.

