Bobot dan Persentase Bagian Karkas Itik Cihateup yang Diberi Ransum Mengandung Kombinasi Ampas Teh Hijau Fermentasi dan Probiotik Lactobacillus sp.

Carcass Weight and Carcass Percentage of Cihateup Ducks Fed a Diet Containing a Combination of Fermented Green Tea Waste and Lactobacillus sp. Probiotics

Authors

  • Andri Kusmayadi Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Sofi Adha Nurdianti Universitas Perjuangan Tasikmalaya
  • Novia Rahayu Universitas Perjuangan Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.32530/jlah.v9i1.130

Keywords:

ampas teh hijau, bobot karkas, itik Cihateup, persentase karkas, probiotik

Abstract

Itik Cihateup merupakan ternak unggas yang diduga berpotensi dalam menghasilkan daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi ampas teh hijau fermentasi (ATHF) dan probiotik Lactobacillus sp. terhadap bobot karkas dan persentase bagian karkas Itik Cihateup. Penelitian dilakukan secara eksperimen pada 60 ekor DOD Itik Jantan Afkir dengan 4 perlakuan yaitu P1 (Pakan komersial 100%), P2 (Pakan + 1% ATHF + 3% probiotik), P3 (Pakan + 2% ATHF + 2% probiotik), dan P4 (Pakan + 3% ATHF + 1% probiotik) sebanyak 5 kali ulangan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), metode analisis menggunakan ANOVA dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi ATHF dan probiotik tidak berpengaruh nyata terhadap bobot dan persentase bagian karkas, akan tetapi pada parameter bobot karkas bagian punggung menunjukkan pengaruh yang nyata. Pemberian ATHF 1% + probiotik 3% (P2) menunjukkan nilai rataan bobot karkas bagian punggung tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

Downloads

Published

2026-02-28

How to Cite

Kusmayadi, A., Nurdianti, S. A., & Rahayu, N. (2026). Bobot dan Persentase Bagian Karkas Itik Cihateup yang Diberi Ransum Mengandung Kombinasi Ampas Teh Hijau Fermentasi dan Probiotik Lactobacillus sp.: Carcass Weight and Carcass Percentage of Cihateup Ducks Fed a Diet Containing a Combination of Fermented Green Tea Waste and Lactobacillus sp. Probiotics. Journal of Livestock and Animal Health, 9(1), 18–23. https://doi.org/10.32530/jlah.v9i1.130