Evaluasi Kualitas Semen Sapi Pesisir Berdasarkan Variasi Waktu Ekuilibirasi Pasca Thawing
Evaluation of Pesisir Cattle Semen Quality Based on Variation in Equilibration Time After Thawing
DOI:
https://doi.org/10.32530/jlah.v9i1.90Keywords:
sapi pesisir, ekuilibrasi, semen beku, inseminasi buatan, kualitas spermatozoaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas semen sapi pesisir berdasarkan variasi waktu ekuilibrasi pasca thawing. Semen dikoleksi dengan metode vagina buatan, diencerkan menggunakan AndroMed, lalu dilakukan proses filling, sealing, dan ekuilibrasi pada suhu 5°C dengan durasi P1=2jam, P2=4jam, P3=6jam, P4=8jam, dan P5=10jam. Variabel yang diamati adalah persentase hidup spermatozoa, motilitas spermatozoa, persentase abnormalitas spermatozoa, dan membran plasma utuh spermatozoa. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan polynomial regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata antara waktu ekuilibrasi terhadap kualitas semen sapi pesisir pasca thawing. Motilitas spermatozoa berkisar antara 44% hingga 58%, dengan nilai tertinggi pada ekuilibrasi 8 jam dan terendah pada 2 jam. Persentase hidup spermatozoa berkisar antara 61,2% hingga 70,5%, dengan nilai tertinggi pada ekuilibrasi 10 jam. Persentase abnormalitas spermatozoa menurun seiring bertambahnya waktu ekuilibrasi, dengan nilai terendah pada ekuilibrasi 8 jam (28,5%) dan tertinggi pada 2 jam (41,7%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentase motilitas tertinggi dan abnormalitas terendah didapat pada (P4). Persentase hidup spermatozoa tertinggi pada perlakuan (P5), sedangkan persentase membran plasma utuh tertinggi didapat pada waktu ekuilibrasi (P2)
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Livestock and Animal Health

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the Journal of Livestock and Animal Health (JLAH) the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Journal of Livestock and Animal Health.

